Jul 9, 2010

Kasus Video Porno yang berlarut-larut

Hari ini aku sangat disibukkan buat persiapan pesta kebun yang akan dilaksanakan sabtu 10 juli 2010, rencananya mau menyediakan siumay juga sebagai snacks, dan untuk itu aku harus pergi ke Gent membeli siumay itu, begitu semua list belanjaan dibeli aku pulang dan siap2 untuk makan siang. Hari ini aku akan bersepeda bersama cathy –temanku yang asli dari Filipina- dan putrinya jam 3 sore, tapi ini masih jam 2 siang, maka aku putuskan untuk memeriksa mungkin ada email baru dan chat dengan teman di Indonesia. Aku juga putuskan untuk cek status teman-teman facebook dan ada salah satu status yang sangat menarik perhatianku, begini statusnya:
 Gue tuh heran deh, kok nggak ada yang merasa bahwa penyelidikan polisi terhadap tubuh luna maya (payudara) dan ariel (alat kelaminnya) sebagai hal yang aneh? apa itu bukan pelecehan?kalau kita menganggap mereka berdua itu melecehkan kita dengan membuat video porno, lalu apa bedanya dengan apa yang dilakukan terhadap mereka? moral kita tuh emang cuma sampe tingkat "kamu mukul aku, aku pukul kamu", kekanak-kanakkan!”

Dan kemudian temanku ini memuat status baru masih berkenaan dengan hal yang sama:
“Kita mendesak Luna maya, ariel dan cut tari minta maaf. mereka minta maaf kita cibir. lantas bagi yang udah mengunduh dan menikmati video mereka, kapan minta maafnya ama merekaa?”

Kedua status ini membuat aku penasaran untuk melihat kasus video porno ini lebih lanjut di Youtube. Seingat aku, kasus ketiga artis terkenal di Indonesia ini sudah diberitakan sejak beberapa bulan lalu namun mengapa masih ramai dibicarakan oleh media yah?

Sebenarnya aku yang awam ini tidak paham pasal apa yang bisa menjerat mereka dengan beredarnya video porno tersebut. Bukan baru kali ini ada video porno tersebar, semenjak bertahun-tahun lalu, video porno dapat dibeli dengan bebas dibeberapa jalanan dan pasar gelap malam hari dibeberapa tempat di Jakarta, dan dibuat  secara amatiran maupun professional dengan lakon orang Indonesia ataupun bukan. Bukan itu saja, bagi penikmat video porno, mereka juga bisa mengunduh video ini secara langsung melalui akses internet. Lalu apa yang baru dengan video porno artis ini?

Apakah karena mereka public figure, maka undang-undang yang diterapkan juga berbeda, seorang public figure tidak diizinkan untuk melakukan hubungan seks apabila belum menikah atau berhubungan seks dengan yang bukan pasangannya, karena itu dilarang oleh Agama. Aku setuju ada beberapa agama yang melarang berhubungan sex sebelum menikah atau bukan dengan pasangannya karena itu dosa. Imbalan buat mereka adalah hukuman yang berat dan/atau neraka. Tapi siapakah kita yang bisa menilai suatu perbuatan itu dosa atau tidak dan lantas memberikan hukuman seolah-olah “kita ” suci dan tak pernah berbuat dosa. Hukum tentang dilarang berzinah disampaikan oleh Tuhan melalui kitab suci agama masing-masing, jadi biarkanlah si Pemberi hukum yang akan menghukumnya kelak.

Ketiga artis ini juga akan dijerat pasal-pasal tertentu dan dijatuhkan hukuman melalui proses pengadilan karena membuat video porno. Dari beberapa berita yang kutemukan di youtube, diketahu bahwa video ini dibuat secara amatir dan merupakan koleksi pribadi salah satu artis mirip pelaku. Video ini tersebar karena harddisk berisi rekaman perbuatan sex dicuri dan disebarkan. Hal ini menunjukkan tidak ada niat dari ketiga artis ini yang diduga pelaku untuk menyebarkan video ini.   hhhmmm, geli rasanya mendengar berita ini. Saya jadi heran, Mengapa semua pelaku, pembuat, dan pengedar video porno amatir dan profesional yang dengan sengaja memperbanyak dan mengedarkan selama ini tidak dihukum? Tidak adakah undang-undang yang menjerat mereka?

Berdasarkan status temanku ini, penyelidikan polisi terhadap tubuh luna maya (payudara) dan ariel (alat kelaminnya). Aku setuju dengan pendapat temanku ini, ini merupakan pelecehan namun disamping itu ini juga merupakan tindakan menakut-nakuti masyarakat. Pihak-pihak tertentu sepertinya ingin unjuk kuasa di negara ini.

2 comments:

Unknown said...

Kontroversi bahwa mereka adalah seorang public figure-lah yang membuat permasalahan ini menjadi sangat besar (mungkin dibesar-besarkan). Di satu sisi mungkin pemberitaan ini menjadi 'bernilai' secara ekonomis bagi media-media pemberitaan karena berita tersebut termasuk berita yang sangat laku dipasaran, oleh karena itu media berusaha membuat berita tersebut menjadi sangat menarik dan membesar-besarkannya. Sehingga pemberitaan mengenai masalah ini tidak ada habisnya. Muncul pertanyaan: Sebenarnya yang melecehkan itu siapa?? Bukannya media itu sendiri??

QuenDiamond said...

Bingung juga kalau pemerikasaan tubuh LuNa n Ariel itu dikategorikan sebagai tindak pelecehan juga,,,karena pemeriksaan tersebut dilakukan atas dasar mengetahui kebenaran. Kalo "sex before Married" itu dosa buat yg mempunyai agama,,gimana kabarnya buat org yg tidak memiliki keyakinan??bebas nge-sex donk??dan apakah mereka yg tidak mempunyai agama dan melakukan free sex itu, kita bisa katakan tidak BejaT? kan mereka tidak punya agama yang melarangnya?