Jam 01.00 waktu Singapore, aku dan putri mendarat di Changi airport. Kami berencana akan mencoba tidur di Bandara Changi, ini pengalaman pertama jadi tetap aja masih bingung akan tidur dimana? Tapi seperti kebiasaanku yang tidak terlalu peduli dengan hal sepele seperti itu, yah aku santai aja, kenapa harus memikirkan sesuatu yang sebaiknya dijalani bukan dipikirkan?
Kami keluar dari pesawat, dan putri ternyata sebarisan duduk dengan seorang warganegara Singapore keturunan India, namanya Muhamad Ismail, dia kelihatan tua namun belum menikah, dia fasih berbahasa Indonesia dan Inggris serta 2 bahasa lainnya. Dari cara dia berbicara, aku bisa memastikan dia orang baik dan biasa traveling, yup, kami pun berkenalan, See.. We never be alone, Dimana pun kami berada kami tak akan pernah sendiri, jadi kenapa takut untuk traveling. Tidak smua orang di dunia bisa menjadi temanmu, namun semua tempat di dunia, pasti ada orang yang bisa menjadi teman dan saudara bagimu! So lets Travel, Babe! karena aku lagi di Singapore kebiasaan lamaku kambuh, aku ga mau memakai bahasa Indonesia di Singapore, jadi kami berbicara memakai bahasa inggris di sepanjang jalan menuju Imigrasi. Dia bercerita bahwa Indonesia sudah seperti negara kedua bagi dia, dia pergi ke Jakarta hanya untuk traveling dan melepas stress. Disamping itu dia juga punya mantan kekasih orang Indonesia, dan batak pula, Alamak..hihihi bisa-bisanya ketemu orang yang sudah pacaran dengan orang batak. Dia bercerita banyak tentang pekerjaannya, bagaimana dia tahu banyak tentang Indonesia khususnya Jakarta, Jogja, Bandung dan Bali.
Kami keluar dari pesawat, dan putri ternyata sebarisan duduk dengan seorang warganegara Singapore keturunan India, namanya Muhamad Ismail, dia kelihatan tua namun belum menikah, dia fasih berbahasa Indonesia dan Inggris serta 2 bahasa lainnya. Dari cara dia berbicara, aku bisa memastikan dia orang baik dan biasa traveling, yup, kami pun berkenalan, See.. We never be alone, Dimana pun kami berada kami tak akan pernah sendiri, jadi kenapa takut untuk traveling. Tidak smua orang di dunia bisa menjadi temanmu, namun semua tempat di dunia, pasti ada orang yang bisa menjadi teman dan saudara bagimu! So lets Travel, Babe! karena aku lagi di Singapore kebiasaan lamaku kambuh, aku ga mau memakai bahasa Indonesia di Singapore, jadi kami berbicara memakai bahasa inggris di sepanjang jalan menuju Imigrasi. Dia bercerita bahwa Indonesia sudah seperti negara kedua bagi dia, dia pergi ke Jakarta hanya untuk traveling dan melepas stress. Disamping itu dia juga punya mantan kekasih orang Indonesia, dan batak pula, Alamak..hihihi bisa-bisanya ketemu orang yang sudah pacaran dengan orang batak. Dia bercerita banyak tentang pekerjaannya, bagaimana dia tahu banyak tentang Indonesia khususnya Jakarta, Jogja, Bandung dan Bali.
Sewaktu di Imigrasi, aku selalu merasa berdebar-debar, yang terpikir adalah akan ada masalahkah di Imigrasi ini? Kira-kira dokumen apa yang harus disiapkan, hehehe namun itu tidak cukup membuatku stress karena aku selalu berpikir apa yang terjadi terjadilah. Dikartu Imigrasi aku menulis bahwa aku akan tinggal di SMU (Singapore Management University), dan aku tidak tahu itu cukup membantu atau tidak, namun proses imigrasi berlangsung cepat dan tanpa masalah, Petugas menanyakan apakah aku kuliah disana? aku hanya mengatakan aku akan mengikuti conference disana dan tidak ada pertanyaan lanjutan, Pasport aku dibubuhi stempel Imigrasi, gampang banget bukan? Hehehe kali ini aku tidak dicurigai sebagai TKI Ilegal.
Setelah menaruh troli barang didekat tempat kami ingin tidur, kami ingin bergegas ke toilet, hihihi pengen pipis nih, tapi kan ribet banget klo bawa-bawa barang ke Toilet, jadi kami memutuskan untuk bergantian. Di awal aku dan putri pergi ke toilet, meski aku yakin dan percaya ismail adalah orang baik, namun aku tetap saja waspada, bukannya kewaspadaan diperlukan setiap saat, aku gak mau menyesal kemudian karena kurang waspada, so Aku ke toilet dengan sangat cepat dan segera kembali ke tempat barang-barang dengan cepat, tetep saja aku takut sewaktu aku datang semua barang-barangku sudah hilang bersama tuh cowok, tapi kaget banget yang terjadi malah dia sedang beberes hotel kami malam ini. Semua barang diturunkan dari Troli dan kursi diatur masing-masing kursi berhadapan buat tempat tidurku dan putri, sedangkan untuknya dia menggelar sleepingbagnya siap untuk tidur. Hehehe ternyata dia orang baik seperti yang kuduga dari awal, tapi ga salahkan waspada? Setelah itu gilirannya untuk pergi ke toilet.
Laper juga euy tengah malam begini, mana belum makan malam lagi tadi di Jakarta, untung nyokap putri membawakan kami bekal nasi dan rendang. Ternyata si Ismail juga bawa pecel ayam yang dibeli di petukangan. Yap. Kami pun menikmati makan malam bersama di sleeping bag ismail. Makan malam pertama di luar negeri dan awal hari sebuah perjalanan besarku ke dua Negara Singapore dan Malaysia. Ismail sangat perhatian, dia memperlakukan kami seperti teman lama, orang-orang seperti nih yang selalu aku temui dipanjang sejarah travelku, orang-orang yang tidak pernah ragu untuk berbuat baik. Dia menjelaskan banyak hal tentang Singapore, dia juga membahas berbagai hal tentang pandangannya terhadap politik di Indonesia. Dia menyarankan kami makan sampai kenyang, karena ketika perut kenyang kami tidak akan merasa dingin saat tidur dan tidak menjadi sangat lapar di pagi hari.
Putri tidur dengan cepat, tapi tidak dengan aku yang sangat bersemangat dan tidak pernah tidur cepat, aku memutuskan untuk internetan menggunakan laptopku, namun, untuk internet diperlukan registrasi dengan nomor hp lokal Singapore, makan aku meminta bantuan Ismail, tanpa ba bi bu..dia isi form registrasi secara online, kemudian no. PIN dikirim ke no.hpnya. dan akupun bisa berinternet ria. Aku internetan sampai jam 3 pagi, belum ngantuk sih sebenarnya, but time to sleep la!
Pagi jam 7 aku bangun, dan kami semua pun berkemas merapikan semua bagasi dan bebersih diri sekedarnya. Setelah itu kami pergi makan pagi ke restoran 24jam. Hari ini sarapanku adalah breakfast set seharga S$. 2.5 berupa kopi, 2 roti panggang dan 2 telur rebus setengah matang. Energi yang cukup untuk memulai petualangan hari ini. Di tempat makan pun kami masih melanjutkan percakapan yang seru dan tidak membosankan, tapi kali ini aku menjadi pendengar karena Ismail sepertinya punya hobi untuk bicara, bicara dan bicara. Aku tanyakan apa kegiatannya hari ini, dan jika dia tidak ada kegiatan aku mengajaknya untuk jalan-jalan bersama di Singapore dan bersama-sama ke tempat kami akan menginap, hotel 81 Dickson. Dia setuju walapun masih ragu karena ada beberapa tugas yang harus diselesaikan olehnya hari ini di kantor, jadi dia harus pergi ke kantor juga, tapi dia juga bilang mungkin dia bisa menunda tugasnya sampai hari senin saja, tuh.. kan baik banget orangnya, padahalkan kami ketemu belum lebih dari 8jam!
No comments:
Post a Comment