Setelah semalam menginap di Bandara dengan sukses, kami pergi menuju Bugis MRT station menggunakan MRT dari Airport, di sepanjang perjalanan dia bercerita tentang kehidupan masyarakat di Singapore, rumah dan apartemen di Singapore, proses pembersihan kali di Singapore, kegiatan yang dilakukan para pembantu khususnya pembantu dari Indonesia saat weekend seperti sekarang.
Menurut teman baru kami ini, Banyak wanita Indonesia yang menjadi WTS (wanita tuna susila) shorttime di Singapore denga tariff S$. 45 dan dalam sehari mereka bisa mendapatkan 20 pelanggan, so total uang yang bisa didapat kira-kira Rp. 5.600.000, apa aku kerja shorttime aja yah selama seminggu trus ngumpulin uang 35juta dan bisa jalan-jalan deh keliling eropa! Ah..itu mah pikiran ngaco, berhayal boleh dong kawan! hahahah berkhayal sestua yang ga akan aku lakukan, maaaakkkk tak terbayang aku akan melakukan itu, mending gak pernah ke Eropa deh!
Kami turun di City Hall karena sambil berjalan kami ingin menikamti pemandangan kota Singapore sambil menuju hotel yang dituju. Tapi ternyata pilihan ini lumayan salah, aku bawa ransel bagpack, beratnya amit-amit sampai nih pundak capek banget. Sampai di di Hotel, kami langsung check-in, kembali lagi semua urusanku beres dengan cepat aku dapat kamar, tapi nama putri tidak ada di list peserta. Ibu yang menjadi resepsionis sangat baik, dia malah memberikan aku sekamar dengan putri, dia meminta kami untuk tidak mengatakan hal ini pada peserta yang lain, Bagaimana bisa orang baru ditemuipun begitu baik membantu kami.
Sebenarnya putri punya masalah yang sangat dia takutkan dan membuat dia ragu untuk datang acara ini. Tapi tidak mungkin gagal berangkat semua telah dipersiapkan. Sewaktu kami menerima surat penerimaan sebagai peserta Conference, kami diminta untuk membalas email dari mereka sebagai konfirmasi kami akan datang. Dan setelah tiket dibeli, kami juga harus segera konfirmasi booking ticket kami untuk menunjukkan kami pasti datang, so panitia bisa mengatur semua akomodasi yang nyaman bagi semua peserta. Nah.. yang dilakukan putri adalah dia membalas email tentang penerimaannya dan mengkonfirmasi akan datang, tapi karena kesibukan ujian semester, pembuatan paspor dan pemesanan tiket , dia lupa untuk konfirmasi kapan jadwal penerbangannya, sehingga dia dianggap mengundurkan diri. Putri baru membaca imel ini hari kamis, padahal hari keberangkatan hari sabtu, Apakah nih anak? Ada-ada saja yah! Hal sepenting ini dia sampai lupa, yah aku juga teledor sih kayak dia , tapi ini??. Jadi dia segera mengirim email hari kami malam untuk mengkonfirmasi bahwa dia akan datang dan mengirim lampiran dari tiket penerbangan dari dan kembali ke Jakarta. Namun setelah itu dia hanya mengecek email hari jumat dan tidak ada email balasan.
Hati ini lega rasanya karena tidak ada masalah sampai saat ini, Ismail menanyakan mengapa wajah putri terlihat stress, dan kami pun menceritakan masalahnya secara singkat. Kami bertiga membahas berbagai masalah yang mungkin timbul dan solusinya, kemudian dia menelpon Vung Vaung- panitia yang mengurus bagian akomodasi- untuk menanyakan perihal Putri dan meminta berbagai solusi dari mereka, disaat yang bersamaan resepsionis meminta outri untuk turun karena panitia ingin bertemu dengannya. Kami kebawah dan menemui Lu yang sebagai ketua panitia acara ini, dan menyampaikan berbagai hal mengenai keterlambatan pengiriman konfirmasi dari putri. Dia mengatakan dia akan membantu tapi tetap keputusan ada ditangan pihak ECO sebagai organisasi yang membiayai acara ini. Kami diberitahu akan dikonfirmasi lebih lanjut tentang segalanya dan putri bisa menunggu di ruanganku untuk sementara. Kami naik ke atas dan berharap ini tidak menjadi masalah yang besar dan akan segera selesai. Ismail pergi sebentar untuk melakukan berbagai hal sementara kami mandi dan berbenah diri. Saat kami akan pergi, Lu yang menahan kami dan berharap kami masih ada di hotel karena pihak ECO dalam perjalanan menuju ke hotel 81 Dickson. Kami pun naik ke kamar dan Ismail pulang untuk mandi dan berganti pakaian, dia berjanji akan segera datang setelah selesai membersihkan diri.
Lapar banget nih, pengen makan rasanya. Kami buka bekal rending dan nasi sisa semalan untuk dimakan. Tapi ternyata nasinya sudah kurang bagus, jadi kami hanya memakan bagian nasi yang masih bagus beserta rending, setelah makan perut masih terasa lapar, belum kenyang euy.. kami pun memanaskan air dan membuat sereal untuk tambahan energi. Sereal juga dibawa dari Indonesia dalam usaha meminimalkan budget.
Ih serem deh, para tetua nya ECO datang buat ngurus masalah putri. Ternyata tetuanya benar-benar sudah tua dan berbicara dengan sangat tegas. Mereka berdua menjelaskan bahwa hanya peserta yang memberikan konfirmasi penerbangan yang diterima sebagai peserta dan Putri dianggap tidak memberikan konfirmasi penerbangan jadi dia tidak mendapatkan ruangan. Dia tetap bisa mengikuti conference tapi ruangan menjadi tanggungannya pribadi. Lalu aku menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi dan menanyakan kapan batas konfirmasi yang mereka terima. Ternyata batas konfirmasi adalah hari jumat jam 5 sore. Aku mempertegas kembali hari jumat kapankah maksud mereka, karena jika maksud mereka jumat tanggal 5 artinya putri memang tidak bisa menang dalam perkara ini. Ternyata jumat yang dimaksud adalah jumat 2 hari yang lalu. Ini adalah poin penting yang bisa menjadi kemenangan kami. Jadi aku tanyakan ke putri kapan email konfirmasi dikirim ke pihak panitia –Vung Vaung-. Aku dan putri sama yakinnya bahwa dia mengirim surat itu hari kamis tengah malam atau awal hari jumat sekamir jam 9-1 malam dia mengirim beberapa email beserta lampiran. Lalu para tetua memanggil ketua panitia yaitu Lu Yang untuk memastikan tanggal konfirmasi Putri. Kami sangat yakin bahwa Putri mengirim email hari kami, jadi untuk sementara kami merasa menang.
Kemudian tetua terlihat respect dengan semua penjelasan kami, namun juga terlihat sangat tegas untuk kasus ini. Dia menanyakan bagaimana kalau seandainya kami mengirim lewat dari jam 5 sore, apa yang akan terjadi. Karena yakin mengirim konfirmasi lebih cepat dari jadwal, maka putri setuju untuk membayar semua biaya hotel selama conference. Mereka pergi dan berjanji akan segera memberi informasi. Dia mejabat tanganku, tersenyum dengan hangat dan bilang: Ok Miss Efrata, Thank you and see you on Monday.
Dan sekarang, aku disini menulis semua yang terjadi sambil melihat putri tertidur nyenyak, Ismail belum datang dan belum ada konfirmasi lanjutan dari pihak ECO. I think We are Win! J
No comments:
Post a Comment