Dec 1, 2009

Berbagai Infomasi Penting yang Perlu Diketahui Jika Melakukan Perjalanan Ke Pulau Semak Daun

Rasa bahwa kita di Usia produktif tidak boleh menyia-nyiakan waktu, itu adalah awal dari semua ini. Setiap ada sela waktu yang kosong, kami (Anya, Ita, Leny, Ivana dan Efrata) akan memikirkan cara untuk mengisinya.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk setiap TRIP yang kami lakukan, salah satunya dan yang paling Utama adalah UANG. Maka perjalanan dengan dana yang minim adalah pilihan kami.

Singkat cerita kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Seribu, tepatnya camping di Pulau Semak Daun. Dengan berbagai persiapan kami datang kesana, dan aku rasa semua teman-teman bisa datang kesana.

Pada bagian ini, aku akan membahas sepenuhnya tentang gambaran keadaan disana serta dana yang dibutuhkan sehingga setiap orang yang belum pernah kesana tapi ingin kesana bisa mewujudkannya:

1. Lokasi

Pulau semak daun berada di Lokasi kecamatan Pulau kelapa (Jika aku tidak salah :P), aku juga tidak tahu berapa KM jaraknya jika diukur dari Jakarta. Pulau semak daun berada dibelakang pulau Panggang jika dilihat dari Pulau Pramuka. Kebanyakan perjalanan menuju P. Semak daun berasala dari pulau Pramuka. Pulau Pramuka ke Pulau Semak daun membutuhkan waktu 30menit perjalanan menggunakan boat etek-etek (begitulah suara yang dikeluarkan oleh boat ini!) Pulau Semak daun merupakan pulau kecil yang luas daratna kuran dari 1 Hektar yang ditumbuhi oleh pohon cemara hutan. Air lautnya cukup bersih dan pantainya cukup putih dan menawan hati.

2. Transportasi

Ada berbagai jenis transportasi yang bisa digunaka untuk menuju ke Pulau Semak daun, seperti:
  • Menggunakan boat sewaan dari pantai Marina (Tapi harganya muahaall..jadi kami tidak cari tahu lebih lanjut  cara ini)
  • Mengunakan boat cepat sewaan dari Pramuka (Juga tidak tahu dimana sewanya, karena aku hanya melihat boat cepat ini melaju sangat kencang, saat kamu menuju P. Pramuka)
  • Menggunakan boat carteran yang bisa dipakai untuk mengantar ke dan menjemput dari semak daun.
  • Menumpang pada boat yang akan menuju ke atau merapat di semak daun. Karena P. semak daun juga digunakan buat orang-orang latihan snorkeling sebelum ke tempat snorkeling yang asli.
  • Berenang (Aku belum pernah melihat ada yang berenang, tapi siapa tahu aja kuat :P)

3. Akomodasi

Jika kalian memutuskan untuk menginap di P. Semak daun ini, sebenarnya ada berbagai pilihan yang bisa diambil oleh teman-teman seperti:
  • Di P. Semak daun ini ada keluarga Bapak “I am Sorry” (Begitu panggilannya) yang menjadi penjaga pulau ini, jadi segala kebutuhan kalian bisa dipenuhi oleh bapak ini. Nah jika teman-teman tidak bawa tenda. Maka bisa menumpang dirumah si bapak ini. Hanya saja yah tidak ada seru-serunya menurut aku.
  • Disini terdapat dermaga kecil yang bisa digunakan sebagai penginapan. Terdiri dari 1 Kamar dan ruangan serta kamar mandi. Jika hanya untuk tempat beristirahat dimalam hari, tempat ini bisa dipakai untuk lebih dari 10 orang. 
  • Camping (Pilihan terakhir dan terbaik menurutku), karena P. Semak daun sendiri adalah pulau yang dikhususkan untuk camping ground. Harap membawa tenda sendiri, karena tidak ada penyewaan tenda disini.

4. Konsumsi

Bagi teman-teman yang mempunyai dana yang cukup dan/atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan konsumsi, maka kalian semua bisa memesan makanan kepada keluarga bapak “I am sorry”. Mereka menyediakan nasi dengan lauk seadanya, Pop Mie, Kopi, kacang kulit, teh dll..
Tapi bagiku, apa serunya kemping tanpa masak-masak, maka kami memutuskan membawa semua jenis makanan dan minuman dari Jakarta, jadi tidak membeli apapun disana. Sekalian berhemat juga sih. 

5. Waktu

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk puas kemping di Semak daun? Ini sih tergantung setiap orang, karena lokasi pulau ini tidak besar, maka 1 jam saja cukup. Tapi kami memikili tujuan yang berbeda, kami memang niat kemping disini jadi 3 hari dan 2 malam cukuplah bagi kami.

6. Fasilitas

Ada beberapa kebutuhan dasar yang disediakan oleh pulau ini untuk kemping seperti:
  • Area perkemahan untuk mendirikan tenda yang datar dan bersih. Jadi begitu tiba disana, tingga mendirikan tenda saja, karena keluarga bapak “I am sorry” membersihkan lokasi secara rutin, baik dari biji-biji cemara maupun sampah-sampah lainnya.
  • Kamar kecil dengan tariff Rp. 1000/kunjungan. Tapi tidak ada air tawar yang tersedia, hanya ada air garam. Jika beruntung, bapak “I am sorry ” akan menawarkan 1 jeregen minyak air hujan. Lumayan bisa dipakai buat membasuh rambut yang sudah lengket karena air garam dan shampoo yang tak mau berbusa di rambut :D.
  • Lampu badai untuk malam hari, bisa dipinjam atau bahkan diantarkan oleh si bapak pada malam hari, untuk kita pakai.

7. Barang yang dibutuhkan

Ada beberapa barang yang dibutuhkan untuk kemping disini agar bisa menikmati saat kemping sepenuhnya, yaitu:
  • Peralatan pribadi dan obat-obatan pribadi
  • Peralatan masak: Kompor portable, Piring, gelas, sendok, panci, penggorengan, spatula, pisau, alat pembuka kaleng, gunting dan tabung gas yang cukup.
  • Peralatan hura-hura: Kamera, MP3 + Speaker, senter + Batre cadangan, minyak tanah+korek api, jas hujan+payung.
  • Bawa air minum/ air bersih dari Jakarta atau beli di P. Pramuka. Untuk 3 hari dan 2 malam, masing-masing orang bisa membawa 5 botol air mineral 1,5L yang akan dipergunakan untuk memasak, minum, menggosok gigi dan melap muka (bukan membasuh).
8. Biaya

Biaya yang dibutuhkan secara umum adalah:
  • Muara Angke-Pramuka-M. Angke Rp. 60.000,-
  • Air mineral jika beli di Pramuka 5 X @Rp. 5.000,- Rp. 25.000,-
  • Makan siang di Pramuka, sebelum ke M. Angke (Nasi goreng) Rp. 9.000,- Masih banyak pilihan makanan lain, tergantung budget masing-masing
  • - P.Pramuka-P.Semak Daun-P.Pramuka Rp. 100.000 : 5 Rp. 20.000,-  Biaya ini tergantung dari boat yang teman2 gunakan, kami hanya menumpang boat yang akan menuju ke semak daun beserta rombongan snorkeling yang sudah menyewa boat ini. Jika mau sewa sendiri (bukan – Menumpang) maka dana sekitar Rp.250.000-Rp.400.000, tergantung bagaimana menawarnya.
  • Uang terimakasih untuk bapak “I am sorry” Rp. 50.000 : 5 Rp. 10.000,- Tidak ada tariff khusus untuk tips, seikhlasnya dan semampunya saja.
  • Penyewaan tenda untuk 4 orang, Rp. 17.000/hari, namun kami Rp. 0 membawa tenda sendiri/pinjam teman, jadi tidak ada biaya.
  • Total biaya Rp. 124.000,-
Biaya diatas belum termasuk konsumsi, karena beda yang dimakan yah.. Beda juga harganya.

9. Kegiatan yang bisa dilakukan:

Selama disana ada banyak kegiatan santai-santai yang bisa dilakukan seperti:
  • Menikmati datangnya sunset dan sunrise sambil berfoto-foto Ria.
  • Berjalan-jalan ditepi pantai mengitari pulau sambil bermain air.
  • Memasak makanan dan menikmatinya secara bersama-sama langsung dari panci. 
  • Menikmati api unggun sekaligus pesta sosi baker atau mungkin marshmallow.
  • Berburu kepiting ataupun ikan laying-layang dipinggir pantai saat malam tiba.
  • Bermain poker ataupun uno.
  • Berbagai cerita ataupun gossip-gosip yang sedang hangat atau bermain Truth or Dare.
  • Saling bully membullying, biar seru..
  • Tidur di tenda laksana nightmare hour.
  • Bermain pasir dengan membuat SAND WIDOW ataupun Patung lainnya (Lihat gambar)
  • Memberi makan ikan hias dengan roti, atau Oring untuk ikan pasir (Pembodohan terhadap ikan)
  • Goreng Ubi ataupun goreng menggoreng lainnya.
  • Sunbathing karena kita ga mau terbakar, yah menikmati matahari pantai ditempat teduh.
  • Berenang dan berenang lagi sampai puas.
  • Personal trainer untuk umang-umang.
  • Kegiatan lainnya sesuai kreativitas masing-masing. 

10. Kesalahan yang dilakukan oleh kami, jangan diulang:
  • Ivana memakai sepatu sport untuk ke pantai. Harap jika kemping ke pantai jangan meminta saran anak gunung.
  • Efrata membawa uang Rp. 100.000 an semua, sebaiknya bawa uang receh..jadi klo ke toilet ga perlu minjem duit, atau bahkan memaksakan diri pipis di D*****A, asal gratis. Dan jejak ini juga diikuti oleh Ita.

11. Sedikit informasi tentang diving dan snorkeling:

Jika teman-teman berminat hopping island berikut perkiraan dan yang dibutuhkan:

Sewa alat snorkeling lengkap Rp. 40.000,-
Guide untuk snorkeling Rp. 60.000,-
Boat buat hopping island Rp. 250.000,- Rp. 450.000,-
Tergantung penawaran dan jarak tempuh lokasi.

Jadi semakin banyak yang ikut dalam TRIP, semakin murah bayaran setiap orang.
Ini saja dulu untuk bagian 1, sampai ketemu dibagian 2 (Mungkin tentang kisah kita disana!)

Semoga bermanfaat,

Happy Travelling!!


Efrata

Jun 14, 2009

Masalah yang Putri hadapin dalam proses menjadi salah satu peserta WLC (World Leadership conference) 2009, Singapore

Setelah semalam menginap di Bandara dengan sukses, kami pergi menuju Bugis MRT station menggunakan MRT dari Airport, di sepanjang perjalanan dia bercerita tentang kehidupan masyarakat di Singapore, rumah dan apartemen di Singapore, proses pembersihan kali di Singapore, kegiatan yang dilakukan para pembantu khususnya pembantu dari Indonesia saat weekend seperti sekarang.
Menurut teman baru kami ini, Banyak wanita Indonesia yang menjadi WTS (wanita tuna susila) shorttime di Singapore denga tariff S$. 45 dan dalam sehari mereka bisa mendapatkan 20 pelanggan, so total uang yang bisa didapat kira-kira Rp. 5.600.000, apa aku kerja shorttime aja yah selama seminggu trus ngumpulin uang 35juta dan bisa jalan-jalan deh keliling eropa! Ah..itu mah pikiran ngaco, berhayal boleh dong kawan! hahahah berkhayal sestua yang ga akan aku lakukan, maaaakkkk tak terbayang aku akan melakukan itu, mending gak pernah ke Eropa deh!
Kami turun di City Hall karena sambil berjalan kami ingin menikamti pemandangan kota Singapore sambil menuju hotel yang dituju. Tapi ternyata pilihan ini lumayan salah, aku bawa ransel bagpack, beratnya amit-amit sampai nih pundak capek banget. Sampai di di Hotel, kami langsung check-in, kembali lagi semua urusanku beres dengan cepat aku dapat kamar, tapi nama putri tidak ada di list peserta. Ibu yang menjadi resepsionis sangat baik, dia malah memberikan aku sekamar dengan putri, dia meminta kami untuk tidak mengatakan hal ini pada peserta yang lain, Bagaimana bisa orang baru ditemuipun begitu baik membantu kami.
Sebenarnya putri punya masalah yang sangat dia takutkan dan membuat dia ragu untuk datang acara ini. Tapi tidak mungkin gagal berangkat semua telah dipersiapkan. Sewaktu kami menerima surat penerimaan sebagai peserta Conference, kami diminta untuk membalas email dari mereka sebagai konfirmasi kami akan datang. Dan setelah tiket dibeli, kami juga harus segera konfirmasi  booking ticket kami untuk menunjukkan kami pasti datang, so panitia bisa mengatur semua akomodasi yang nyaman bagi semua peserta. Nah.. yang dilakukan putri adalah dia membalas email tentang penerimaannya dan mengkonfirmasi akan datang, tapi karena kesibukan ujian semester, pembuatan paspor dan pemesanan tiket , dia lupa untuk konfirmasi kapan jadwal penerbangannya, sehingga dia dianggap mengundurkan diri. Putri baru membaca imel ini hari kamis, padahal hari keberangkatan hari sabtu, Apakah nih anak? Ada-ada saja yah! Hal sepenting ini dia sampai lupa, yah aku juga teledor sih kayak dia , tapi ini??. Jadi dia segera mengirim email hari kami malam untuk mengkonfirmasi bahwa dia akan datang dan mengirim lampiran dari tiket penerbangan dari dan kembali ke Jakarta. Namun setelah itu dia hanya mengecek email hari jumat dan tidak ada email balasan.
Hati ini lega rasanya karena tidak ada masalah sampai saat ini, Ismail menanyakan mengapa  wajah putri terlihat stress, dan kami pun menceritakan masalahnya secara singkat. Kami bertiga membahas berbagai masalah yang mungkin timbul dan solusinya, kemudian dia menelpon Vung Vaung- panitia yang mengurus bagian akomodasi- untuk menanyakan perihal Putri dan meminta berbagai solusi dari mereka, disaat yang bersamaan resepsionis meminta outri untuk turun karena panitia ingin bertemu dengannya. Kami kebawah dan menemui Lu yang sebagai ketua panitia acara ini, dan menyampaikan berbagai hal mengenai keterlambatan pengiriman konfirmasi dari putri. Dia mengatakan dia akan membantu tapi tetap keputusan ada ditangan pihak ECO sebagai organisasi yang membiayai acara ini. Kami diberitahu akan dikonfirmasi lebih lanjut tentang segalanya dan putri bisa menunggu di ruanganku untuk sementara. Kami naik ke atas dan berharap ini tidak menjadi masalah yang besar dan akan segera selesai. Ismail pergi sebentar untuk melakukan berbagai hal sementara kami mandi dan berbenah diri. Saat kami akan pergi, Lu yang menahan kami dan berharap kami masih ada di hotel karena pihak ECO dalam perjalanan menuju ke hotel 81 Dickson. Kami pun naik ke kamar dan Ismail pulang untuk mandi dan berganti pakaian, dia berjanji akan segera datang setelah selesai membersihkan diri.
Lapar banget nih, pengen makan rasanya. Kami buka bekal rending dan nasi sisa semalan untuk dimakan. Tapi ternyata nasinya sudah kurang bagus, jadi kami hanya memakan bagian nasi yang masih bagus beserta rending, setelah makan perut masih terasa lapar, belum kenyang euy.. kami pun memanaskan air dan membuat sereal untuk tambahan energi. Sereal juga dibawa dari Indonesia dalam usaha meminimalkan budget.
Ih serem deh, para tetua nya ECO datang buat ngurus masalah putri.  Ternyata tetuanya benar-benar sudah tua dan berbicara dengan sangat tegas. Mereka berdua menjelaskan bahwa hanya peserta yang memberikan konfirmasi penerbangan yang diterima sebagai peserta dan Putri dianggap tidak memberikan konfirmasi penerbangan jadi dia tidak mendapatkan ruangan. Dia tetap bisa mengikuti conference tapi ruangan menjadi tanggungannya pribadi. Lalu aku menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi dan menanyakan kapan batas konfirmasi yang mereka terima. Ternyata batas konfirmasi adalah hari jumat jam 5 sore. Aku mempertegas kembali hari jumat kapankah maksud mereka, karena jika maksud mereka jumat tanggal 5 artinya putri memang tidak bisa menang dalam perkara ini. Ternyata jumat yang dimaksud adalah jumat 2 hari yang lalu. Ini adalah poin penting yang bisa menjadi kemenangan kami. Jadi aku tanyakan ke putri kapan email konfirmasi dikirim ke pihak panitia –Vung Vaung-. Aku dan putri sama yakinnya bahwa dia mengirim surat itu hari kamis tengah malam atau awal hari jumat sekamir jam 9-1 malam dia mengirim beberapa email beserta lampiran. Lalu para tetua memanggil ketua panitia yaitu Lu Yang untuk memastikan tanggal konfirmasi Putri. Kami sangat yakin bahwa Putri mengirim email hari kami, jadi untuk sementara kami merasa menang.
Kemudian tetua terlihat respect dengan semua penjelasan kami, namun juga terlihat sangat tegas untuk kasus ini. Dia menanyakan bagaimana kalau seandainya kami mengirim lewat dari jam 5 sore, apa yang akan terjadi. Karena  yakin mengirim konfirmasi lebih cepat dari jadwal, maka putri setuju untuk membayar semua biaya hotel selama conference. Mereka pergi dan berjanji akan segera memberi informasi. Dia mejabat tanganku, tersenyum dengan hangat dan bilang: Ok Miss Efrata, Thank you and see you on Monday.
Dan sekarang, aku disini menulis semua yang terjadi sambil melihat putri tertidur nyenyak, Ismail belum datang dan belum ada konfirmasi lanjutan dari pihak ECO. I think We are Win! J

Pengalaman Pertama Menginap Di Bandara (Changi Airport, Singapore)

Jam 01.00 waktu Singapore, aku dan putri mendarat di Changi airport.  Kami berencana akan mencoba tidur di Bandara Changi, ini pengalaman pertama jadi tetap aja masih bingung akan tidur dimana? Tapi seperti kebiasaanku yang tidak terlalu peduli dengan hal sepele seperti itu, yah aku santai aja, kenapa harus memikirkan sesuatu yang sebaiknya dijalani bukan dipikirkan?
Kami keluar dari pesawat, dan putri ternyata sebarisan duduk dengan seorang warganegara Singapore keturunan India, namanya Muhamad Ismail, dia kelihatan tua namun belum menikah, dia fasih berbahasa Indonesia dan Inggris serta 2 bahasa lainnya. Dari cara dia berbicara, aku bisa memastikan dia orang baik dan biasa traveling, yup, kami pun berkenalan, See.. We never be alone, Dimana pun kami berada kami tak akan pernah sendiri, jadi kenapa takut untuk traveling. Tidak smua orang di dunia bisa menjadi temanmu, namun semua tempat di dunia, pasti ada orang yang bisa menjadi teman dan saudara bagimu! So lets Travel, Babe! karena aku lagi di Singapore kebiasaan lamaku kambuh, aku ga mau memakai bahasa Indonesia di Singapore, jadi kami berbicara memakai bahasa inggris di sepanjang jalan menuju Imigrasi. Dia bercerita bahwa Indonesia sudah seperti negara kedua bagi dia, dia pergi ke Jakarta hanya untuk traveling dan melepas stress. Disamping itu dia juga punya mantan kekasih orang Indonesia, dan batak pula, Alamak..hihihi bisa-bisanya ketemu orang yang sudah pacaran dengan orang batak. Dia bercerita banyak tentang pekerjaannya, bagaimana dia tahu banyak tentang Indonesia khususnya Jakarta, Jogja, Bandung dan Bali.
Sewaktu di Imigrasi, aku selalu merasa berdebar-debar, yang terpikir adalah akan ada masalahkah di Imigrasi ini? Kira-kira dokumen apa yang harus disiapkan, hehehe namun itu tidak cukup membuatku stress karena aku selalu berpikir apa yang terjadi terjadilah. Dikartu Imigrasi aku menulis bahwa aku akan tinggal di SMU (Singapore Management University), dan aku tidak tahu itu cukup membantu atau tidak, namun proses imigrasi berlangsung cepat dan tanpa masalah, Petugas menanyakan apakah aku kuliah disana? aku hanya mengatakan aku akan mengikuti conference disana dan tidak ada pertanyaan lanjutan, Pasport aku dibubuhi stempel Imigrasi, gampang banget bukan? Hehehe kali ini aku tidak dicurigai sebagai TKI Ilegal.

Aku dan Putri bertemu lagi dengan Ismail untuk mengambil bagasi. Eh.. ternyata aku baru tahu klo dia juga berencana untuk tidur di airport, wah seru juga nih.. Asyiiikkk ada teman yang lebih perngalaman, Yaps, ini keberuntungan karena disetiap perjalanan, kami akan selalu dipertemukan dengan orang baik, artinya malam ini kami ga Cuma tidur berdua, ada dia yang bakal nemani so klo ada hal buruk yang terjadi, yah dia bisalah untuk membantu, dia kan local. Kami berhenti di terminal 1 dan Ismail menyarankan kami untuk tidur di Terminal 3 karena ada area yang lebih bagus untuk dipakai tidur dan udara tidak terlalu dingin, seperti suhu ruangan biasa, itu sih bandara baru menurut Informasi darinya. Kami pergi ke Bandara 3 dan menemukan tempat yang lumayan nyaman buat tidur, terdiri dari 4 kursi dan satu space kosong buat tidur. Dan banyak spot-spot yang lain untuk tidur.  Disini ada berbagai permainan gratis yang bisa kami mainkan dan lumayan menarik , seperti: ada berbagai gambar timbul dengan berbagai tema seperti : Fun, youth, family, happy holiday dan kertas kosong serta berbagai pastel, jadi kami bisa menceplak/copy gambar timbul di kertas dengan cara meletakkan kertas di atas gambar timbul dan menggosok berbagai warna pastel yang kami inginkan diatas kertas, maka secara otomatis gambar akan berbentuk seperti gambar timbul, menarik kan? Terus ada juga berbagai puzzle yang jika berhasil dibentuk akan menjadi salah satu gambar hasil seni budaya Cina Peranakan Singapore. Tapi kami gagal membentuknya menjadi gambar yang utuh. Selain itu ada restoran yang buka 24 jam, ada jug ataman bermain anak dan kran airminum gratis di Bandara. Ohya di Bandara Singapore dan dimanapun di Singapore, air kran aman untuk diminum, lumayan menghemat budget yang harus dikeluarkan untuk minum.
Setelah menaruh troli barang didekat tempat kami ingin  tidur, kami ingin bergegas ke toilet, hihihi pengen pipis nih, tapi kan ribet banget klo bawa-bawa barang ke Toilet, jadi kami memutuskan untuk bergantian. Di awal aku dan putri pergi ke toilet, meski aku yakin dan percaya ismail adalah orang baik, namun aku tetap saja waspada, bukannya kewaspadaan diperlukan setiap saat, aku gak mau menyesal kemudian karena kurang waspada, so Aku ke toilet dengan sangat cepat dan segera kembali ke tempat barang-barang dengan cepat, tetep saja aku takut sewaktu aku datang semua barang-barangku sudah hilang bersama tuh cowok, tapi kaget banget yang terjadi malah dia sedang beberes hotel kami malam ini. Semua barang diturunkan dari Troli dan kursi diatur masing-masing kursi berhadapan buat tempat tidurku dan putri, sedangkan untuknya dia menggelar sleepingbagnya siap untuk tidur. Hehehe ternyata dia orang baik seperti yang kuduga dari awal, tapi ga salahkan waspada? Setelah itu gilirannya untuk pergi ke toilet.
Laper juga euy tengah malam begini, mana belum makan malam lagi tadi di Jakarta, untung nyokap putri membawakan kami bekal nasi dan rendang. Ternyata si Ismail juga bawa pecel ayam yang dibeli di petukangan. Yap. Kami pun menikmati makan malam bersama di sleeping bag ismail. Makan malam pertama di luar negeri dan awal hari sebuah perjalanan besarku ke dua Negara Singapore dan Malaysia. Ismail sangat perhatian, dia memperlakukan kami seperti teman lama, orang-orang seperti nih yang selalu aku temui dipanjang sejarah travelku, orang-orang yang tidak pernah ragu untuk berbuat baik. Dia menjelaskan banyak hal tentang Singapore, dia juga membahas berbagai hal tentang pandangannya terhadap politik di Indonesia. Dia menyarankan kami makan sampai kenyang, karena ketika perut kenyang kami tidak akan merasa dingin saat tidur dan tidak menjadi sangat lapar di pagi hari.
Putri tidur dengan cepat, tapi tidak dengan aku yang sangat bersemangat dan tidak pernah tidur cepat, aku memutuskan untuk internetan menggunakan laptopku, namun, untuk internet diperlukan registrasi dengan nomor hp lokal Singapore, makan aku meminta bantuan Ismail, tanpa ba bi bu..dia isi form registrasi secara online, kemudian no. PIN dikirim ke no.hpnya. dan akupun bisa berinternet ria. Aku internetan sampai jam 3 pagi, belum ngantuk sih sebenarnya, but time to sleep la!
Pagi jam 7 aku bangun, dan kami semua pun berkemas merapikan semua bagasi dan bebersih diri sekedarnya. Setelah itu kami pergi makan pagi ke restoran 24jam. Hari ini sarapanku adalah breakfast set seharga S$. 2.5 berupa kopi, 2 roti panggang dan 2 telur rebus setengah matang. Energi yang cukup untuk memulai petualangan hari ini. Di tempat makan pun kami masih melanjutkan percakapan yang seru dan tidak membosankan, tapi kali ini aku menjadi pendengar karena Ismail sepertinya punya hobi untuk bicara, bicara dan bicara. Aku tanyakan apa kegiatannya hari ini, dan jika dia tidak ada kegiatan aku mengajaknya untuk jalan-jalan bersama di Singapore dan bersama-sama ke tempat kami akan menginap, hotel 81 Dickson. Dia setuju walapun masih ragu karena ada beberapa tugas yang harus diselesaikan olehnya hari ini di kantor, jadi dia harus pergi ke kantor juga, tapi dia juga bilang mungkin dia bisa menunda tugasnya sampai hari senin saja, tuh.. kan baik banget orangnya, padahalkan kami ketemu belum lebih dari 8jam!

Jun 13, 2009

Air Asia Vs. Valuair (Pengalamanku menggunakan kedua maskapai penerbangan ini)


Lagi di pesawat nih, Valuair adalah pesawat kedua yang kugunakan ke luar negeri selain AirAsia. Beberapa perbedaan kualitas yang kutemui seperti: Tempat duduk valuair lebih lega dengan jarak antar seat lebih luas, para penumpang mendapatkan cake dan satu gelas air putih, penumpang yang booking online diizinkan memilih kursi tanpa uang tambahan.
Tadi lumayan ribet saat check-in, Aku Cuma bawa uang Rp.100.000 tanpa ada lebih walaupun hanya Rp. 5.000 dan dikejutkan dengan naiknya harga airport tax menjadi Rp. 150.000 yang sebelumnya hanya Rp. 100.000. Aku sudah bawa sesedikit mungkin barang, tapi tasku sangat berat walapun dala keadaan kosong, maka jadilah bagasiku lebih dari 7kg, untung ada putri yang pake jetfare  maksimala bagasi 20kg. Urusan bebas fiscal selesai dengan cepat tapi pas bagian imigrasi, Kami tidak mempunyai kartu imigrasi yang seharusnya diberikan saat check-in  huh.. mesti lari-lari untuk  mengambil kartu. Kok bisa yah para petugas check-in lupa memberikan kartu imigrasi pada kami saat chek-in? untung petugas imigrasi tidak galak dan mengizinkan kami untuk mengisi kartu tanpa membentak, mereka memberitahukan semua dengan sabar.  Setelah itu kami berjalan cukup jauh ruang tunggu saat itu sekitar pukul 9 malam. Aku pun menjawab semua telpon yang masuk  dan membalas semua SMS yang datang dan meberi kabar ke semua teman, jika aku siap untuk berangkat ke Singapore , Singapore , here I am!!
Setelah masuk pesawat, lumayan lama juga menunggu sebelum pesawat tebang. Ada beberapa pemeriksaan keselamatan Sukanor-Hatta yang dilakukan saat bersamaan. Sebelum benar-benar terbang, aku sudah tebang duluan kea lam mimpi, tak sanggup mata ini menunggu pesawat berangkat ke Singapore. Aku bangun ketika pesawat terbang dan waktu menunjukkan pukul 11.30 waktu Indonesia, artinya 30 menit lagi kami akan mendarat di Singapore. Semua penumpang sedang menikmati bolu kukus dan aku ga dapat, mungkin karena saat dibagikan aku sedang tidur. Aku minta kepada pramugari karena aku lapar dan menurutku kue itu adalah hakku. Jadi yah harus diminta! Aku minta ke Pramugari, dia bilang Yes tapi datang-datang Cuma bawa 1 gelas air putih, aku minta ke Pramugara, eh dia malah membawakan kartu imigrasi. Aku mengucapkan terimakasih dan menjelaskan kembali kalau aku ingin bolu kukus gratis. Si Pramugara datang membawa bolu kukus. Akhirnya semua hakku telah kudapatkan dan waktunya untuk mendarat di Singapore.
 Sekarang aku mencatat semua yang telah kualami sambil menikmati bolu kukus. Dan cerita ini pasti berlanjut menjadi catatan perjalanan, I hope..