Aug 29, 2012

Mr. Bean dans Le train



Mr. Bean allait voyager en Belgique et il prenait en train de Thalys. Il entrait une cabine dans le train et il y avait une autre passagier qui lisait un livre. Mr. Bean  mettait son valise et il prenait une livre pour lire dans le train. Il s’asseyait en vace d’autre passagier  et il commençait a lire sa livre.

Soudain, l’autre passagier riait pendant il lisait sa livre. Il riait à gorge déployée. Il y avait possible que sa livre était très drôle. Mr.bean ne voulait pas écouter le lire de passager. Il l’essayait à bloquer. Il mettait ses doigts dans ses oreilles mais il l’entendait encore. Il était en corèle et il l’essayait à bloquer encore que utilisait autres choses. Il mettait sa cravate dans ses oreilles mais il l’entendait encore. Il se cachait dans son manteau. 

Quelques minutes plus tard, il était silencieux et calme. Mr. Bean lisait sa livre plus. Soudain, l’autre passager riait encore, il riait fort, plus fort et plus fort. Mr. Bean était panique et il étaignait ses chaussets et puis, il l’mettait dans ses oreilles. C'était succès, il n'entendait rien. Mais après quelques minutes, il arrêtait de rire et ensuite il regardait mr.bean. Mr. Bean était chouqé et prétendait que ses chaussets dans ses orreilles comme son style.

I’autre passager lisait sa livre drôle plus et il riait plus. Mr.bean trouvait du chewing-gum sous son chaise. Il l’prenait et il l’mettait dans ses oreilles. À ce moment, il ne voulait rien entendre. Un contrôleur de ticket venait et demandait que tous les passagers montaient ses tickets mais Mr. Bean ne pouvait rien entendre. Le contrôleur le demandait à mr. Bean encore et encore. Mr. Bean prenait son tikets mais il l’allait utiliser pour sa livre. Le contrôleur était en corèle et lui regardait. Soudain, Mr. bean regardait à le contrôleur et il était chouqé. Il jetait sa livre où son billet était sur la fenêtre.

Jun 3, 2012

Perjalanan ke- (Tips dan Biaya) serta Berbagai Informasi Berhubungan dengan Pulau Seribu, Jakarta, Indonesia



Ini sebenarnya kisah ditahun 2009 dan sebenarya sudah pernah aku pos di facebook, namun karena saat ini aku tidak punya Facebook. Maka kisah ini aku repost kembali di blogku.


Rasa bahwa kita di Usia produktif tidak boleh menyia-nyiakan waktu, itu adalah awal dari semua ini. Setiap ada sela waktu yang kosong, kami (Anya, Ita, Leny, Ivana dan Efrata) akan memikirkan cara untie mengisinya.

Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk setiap TRIP yang kami lakukan, salah satunya dan yang paling Utama adalah UANG. Maka perjalanan dengan dana yang minim adalah pilihan kami.

Singkat cerita kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Seribu, tepatnya camping di Pulau Semak Daun. Dengan berbagai persiapan kami datang kesana, dan aku rasa semua teman-teman bisa datang kesana.
Pada bagian ini, aku akan membahas sepenuhnya tentang gambaran keadaan disana serta dana yang dibutuhkan sehingga setiap orang yang belum pernah kesana tapi ingin kesana bisa mewujudkannya:


1.     Lokasi
Pulau semak daun berada di Lokasi kecamatan Pulau kelapa (Jika aku tidak salah :P), aku juga tidak tahu berapa KM jaraknya jika diukur dari Jakarta. Pulau semak daun berada dibelakang pulau Panggang jika dilihat dari Pulau Pramuka. Kebanyakan perjalanan menuju P. Semak daun berasala dari pulau Pramuka. Pulau Pramuka ke Pulau Semak daun membutuhkan waktu 30menit perjalanan menggunakan boat etek-etek (begitulah suara yang dikeluarkan oleh boat ini!) Pulau Semak daun merupakan pulau kecil yang luas daratna kuran dari 1 Hektar  yang ditumbuhi oleh pohon cemara hutan. Air lautnya cukup bersih dan pantainya cukup putih dan menawan hati.


2.     Transportasi
Ada berbagai jenis transportasi yang bisa digunaka untuk menuju ke Pulau Semak daun, seperti:
-        Menggunakan boat sewaan dari pantai Marina (Tapi harganya muahaall..jadi kami tidak cari tahu lebih lanjut cara ini)
-        Mengunakan boat cepat sewaan dari Pramuka (Juga tidak tahu dimana sewanya, karena aku hanya melihat boat cepat ini melaju sangat kencang, saat kamu menuju P. Pramuka)
-        Menggunakan boat carteran yang bisa dipakai untuk mengantar ke dan menjemput dari semak daun.
-        Menumpang pada boat yang  akan menuju ke atau merapat di semak daun. Karena P. semak daun juga digunakan buat orang-orang latihan snorkeling sebelum ke tempat snorkeling yang asli.
-        Berenang (Aku belum pernah melihat ada yang berenang, tapi siapa tahu aja kuat :P)


3.     Akomodasi
Jika kalian memutuskan untuk menginap di P. Semak daun ini, sebenarnya ada berbagai pilihan yang bisa diambil oleh teman-teman seperti:
-        Di P. Semak daun ini ada keluarga Bapak “I am Sorry” (Begitu panggilannya) yang menjadi penjaga pulau ini, jadi segala kebutuhan kalian bisa dipenuhi oleh bapak ini. Nah jika teman-teman tidak bawa tenda. Maka bisa menumpang dirumah si bapak  ini. Hanya saja yah tidak ada seru-serunya menurut aku.
-        Disini terdapat dermaga kecil yang bisa digunakan sebagai penginapan. Terdiri dari 1 Kamar dan ruangan serta kamar mandi. Jika hanya untuk tempat beristirahat dimalam hari, tempat ini bisa dipakai untuk lebih dari 10 orang.
-        Camping (Pilihan terakhir dan terbaik menurutku), karena P. Semak daun sendiri adalah pulau yang dikhususkan untuk camping ground. Harap membawa tenda sendiri, karena tidak ada penyewaan tenda disini.


4.     Konsumsi
Bagi teman-teman yang mempunyai dana yang cukup dan/atau tidak memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan konsumsi, maka  kalian semua bisa memesan makanan kepada keluarga bapak “I am sorry”. Mereka menyediakan nasi dengan lauk seadanya, Pop Mie, Kopi, kacang kulit, teh dll..
Tapi bagiku, apa serunya kemping tanpa masak-masak, maka kami memutuskan membawa semua jenis makanan dan minuman dari Jakarta, jadi tidak membeli apapun disana. Sekalian berhemat juga sih.


5.     Waktu
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk puas kemping di Semak daun? Ini sih tergantung setiap orang, karena lokasi pulau ini tidak besar, maka 1 jam saja cukup. Tapi kami memikili tujuan yang berbeda, kami memang niat kemping disini jadi 3 hari dan 2 malam cukuplah bagi kami.


6.     Fasilitas
Ada beberapa kebutuhan dasar yang disediakan oleh pulau ini untuk kemping seperti:
-        Area perkemahan untuk mendirikan tenda yang datar dan bersih. Jadi begitu tiba disana, tingga mendirikan tenda saja, karena keluarga bapak  “I am sorry” membersihkan lokasi secara rutin, baik dari biji-biji cemara maupun sampah-sampah lainnya.
-        Kamar kecil dengan tariff Rp. 1000/kunjungan. Tapi tidak ada air tawar yang tersedia, hanya ada air garam. Jika beruntung, bapak  “I am sorry ” akan  menawarkan 1 jeregen minyak air hujan. Lumayan bisa dipakai buat membasuh rambut yang sudah lengket karena air garam dan shampoo yang tak mau berbusa di rambut :D.
-        Lampu badai untuk malam hari, bisa dipinjam atau bahkan diantarkan oleh si bapak pada malam hari, untuk kita pakai.


7.     Barang yang dibutuhkan
Ada beberapa barang yang dibutuhkan untuk kemping disini agar bisa menikmati saat kemping sepenuhnya, yaitu:
-        Peralatan pribadi dan obat-obatan pribadi
-        Peralatan masak: Kompor portable, Piring, gelas, sendok, panci, penggorengan, spatula, pisau, alat pembuka kaleng, gunting dan tabung gas yang cukup.
-        Peralatan hura-hura: Kamera, MP3 + Speaker, senter + Batre cadangan, minyak tanah+korek api, jas hujan+payung.
-        Bawa air minum/ air bersih dari Jakarta atau beli di P. Pramuka. Untuk 3 hari dan 2 malam, masing-masing orang bisa membawa 5 botol air mineral 1,5L yang akan dipergunakan untuk memasak, minum, menggosok gigi dan melap muka (bukan membasuh).


8.     Biaya
Biaya yang dibutuhkan secara umum adalah:
-        Muara Angke-Pramuka-M. Angke                                                          Rp. 60.000,-
-        Air mineral jika beli di Pramuka 5 X @Rp. 5.000,-                                 Rp. 25.000,-
-        Makan siang di Pramuka, sebelum ke M. Angke (Nasi goreng)              Rp.   9.000,-
Masih banyak pilihan makanan lain, tergantung budget masing-masing
-        P.Pramuka-P.Semak Daun-P.Pramuka Rp. 100.000 : 5                           Rp. 20.000,-
Biaya ini tergantung dari boat yang teman2 gunakan, kami hanya
Menumpang boat yang akan menuju ke semak daun beserta rombongan
Snorkeling yang sudah menyewa boat ini. Jika mau sewa sendiri (bukan –
Menumpang) maka dana sekitar Rp.250.000-Rp.400.000, tergantung
Bagaimana menawarnya.
-        Uang terimakasih untuk bapak “I am sorry” Rp. 50.000 : 5                      Rp. 10.000,-
Tidak ada tariff khusus untuk tips, seikhlasnya dan semampunya saja.
-        Penyewaan tenda  untuk 4 orang, Rp. 17.000/hari, namun kami               Rp. 0      
Membawa tenda sendiri/pinjam teman, jadi tidak ada biaya.


Total biaya                                                                                 Rp. 124.000,-


Biaya diatas belum termasuk konsumsi, karena beda yang dimakan yah.. Beda juga harganya.


9.     Kegiatan yang bisa dilakukan:
Selama disana ada banyak kegiatan santai-santai yang bisa dilakukan seperti:
-        Menikmati datangnya sunset dan sunrise sambil berfoto-foto Ria.
-        Berjalan-jalan ditepi pantai mengitari pulau sambil bermain air.
-        Memasak makanan dan menikmatinya secara bersama-sama langsung dari panci.
-        Menikmati api unggun sekaligus pesta sosi baker atau mungkin marshmallow.-        Berburu kepiting ataupun ikan layang-layang dipinggir pantai saat malam tiba.
-        Bermain poker ataupun uno.
-        Berbagai cerita ataupun gossip-gosip yang sedang hangat atau bermain Truth or Dare.-        Saling bully membullying, biar seru..
-        Tidur di tenda laksana nightmare hour.-        Bermain pasir dengan membuat SAND WIDOW ataupun Patung lainnya (Lihat gambar)
-        Memberi makan ikan hias dengan roti, atau Oring untuk ikan pasir (Pembodohan terhadap ikan)
-        Goreng Ubi ataupun goreng menggoreng lainnya.
-        Sunbathing  karena kita ga mau terbakar, yah menikmati matahari pantai ditempat teduh.
-        Berenang dan berenang lagi sampai puas.
-        Personal trainer untuk umang-umang.
-        Kegiatan lainnya sesuai kreativitas masing-masing.


10.  Kesalahan yang dilakukan oleh kami, jangan diulang:
-        Ivana memakai sepatu sport untuk ke pantai. Harap jika kemping ke pantai jangan meminta saran anak gunung.
-        Efrata membawa uang Rp. 100.000 an semua, sebaiknya bawa uang receh..jadi klo ke toilet ga perlu minjem duit, atau bahkan memaksakan diri pipis di D*****A, asal gratis. Dan jejak ini juga diikuti oleh Ita.


11.  Sedikit informasi tentang diving dan snorkeling:
Jika teman-teman berminat hopping island berikut perkiraan dan yang dibutuhkan:
 Sewa alat snorkeling lengkap                  Rp.    40.000,-
Guide untuk snorkeling                           Rp.    60.000,-
Boat buat hopping island                        Rp.  250.000,-  Rp. 450.000,-


Tergantung penawaran dan jarak tempuh lokasi.
 Jadi semakin banyak yang ikut dalam TRIP, semakin murah bayaran setiap orang.



Semoga membantu :).